Agustus 28, 2025

Hyundaisurabayajatim – Penjualan & Rental Terbaik di Dunia

Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki mobil terbaik dengan penawaran istimewa

Mobil Listrik
2025-04-20 | admin5

Mengenal Mobil Listrik Yang Kian Beragam dan Makin Diminati

Jenis mobil listrik thesilit konsisten beralih berkembang memberi tambahan ragam pilihan bagi calon pengguna. Saat ini dunia telah makin lama akrab bersama istilah jenis-jenis mobil listrik layaknya BEV, HEV, PHEV dan FCEV. Cara ataupun prinsip kerja masing-masing tipe mobil listrik itu berbeda-beda. Artikel ini dapat mengkaji secara singkat definisi atau pengertian, jenis-jenis, tipe, cara serta prinsip kerja mobil listrik yang beredar di Indonesia maupun dunia kala ini.

Mobil Listrik Yang Kian Beragam

Pengertian atau definisi mobil listrik adalah kendaraan yang sepenuhnya atau sebagiannya digerakkan oleh motor mengfungsikan listrik di baterai.  Baterainya bisa diisi ulang. Mobil listrik praktis pertama diproduksi tahun 1880-an. Mobil ini amat terkenal di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Perkembangan serta inovasi mesin pembakaran internal (internal combustion engine–ICE) disusul memproduksi massal kendaraan bensin yang lebih tidak mahal menyebabkan penurunan pemanfaatan mobil listrik.

Perkembangan teknologi sistem penyimpanan kekuatan terlebih teknologi baterai, menyebabkan pemanfaatan kendaraan listrik menjadi terkenal ulang belakangan ini.
Electro mobility (E-mobility) adalah istilah lazim untuk pengembangan transportasi bertenaga listrik untuk beralih dari pemanfaatan bahan bakar fosil, dan untuk kurangi emisi gas karbon. Keunggulan utama e-mobility ini adalah efisiensi yang amat tinggi bersama emisi karbon rendah.

Electric Vehicle (EV) sangat mungkin menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan energi yang berkelanjutan. EV sendiri merupakan kendaraan yang menggunakan aliran listrik 100% dengan menggunakan baterai elektrik yang perlu diisi ulang. Selain EV, ada kendaraan hybrid dan plug in hybrid juga. Tingkat efisiensi kendaraan terlihat dari emisi CO2 yang dihasilkan. Tingkat efisiensi dari ketiga jenis E-mobility diatas ditunjukkan oleh perbandingan berikut:

  • Kendaraan Hybrid, menggunakan mesin konvensional yang tidak memiliki plug in charging pada mobilnya dan masih menggunakan bahan bakar petrol pada umumnya. Kendaraan hybrid turut menghasilkan listrik melalui passive charging pada mesin konvensional. Emisi karbon CO2 yang dihasilkan berkisar antara 70-80 gram/km.
  • Kendaraan Plug in hybrid, merupakan kombinasi antara mesin konvensional dengan small electric motor dan small high voltage battery. Artinya kendaraan ini masih bisa menggunakan bahan bakar petrol, namun juga menggunakan baterai elektrik. Emisi karbon CO2 yang dihasilkan berkisar antara 45-50 gram/km.

Perkembangan Hybrid dan EV tidak hanya hingga disitu, keduanya berkembang menjadi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kendaraan bersama dengan teknologi PHEV memperoleh dua sumber tenaga yakni bahan bakar minyak dan listrik. Berbeda bersama dengan hybrid, PHEV memperoleh asupan energi battery melalui pengisian energi yang dihubungkan langsung ke sumber listrik seperti EV. Namun, teknologi ini termasuk masih memanfaatkan mesin konvensional. Pada keadaan tertentu, ke-2 sumber tenaga berikut sanggup bekerja beriringan sehingga menghasilkan tenaga lebih besar.

Meskipun mobil listrik punya lebih dari satu keuntungan potensial seperti yang sudah disebutkan di atas, tapi pemanfaatan mobil listrik secara meluas punya banyak hambatan dan kekurangan. Sampai pada th. 2011, harga mobil listrik masih jauh lebih mahal apabila dibandingkan bersama dengan mobil bermesin pembakaran biasa dan kendaraan listrik hybrid sebab harga baterai ion litium yang mahal. Meskipun begitu, waktu ini harga baterai terasa turun sebab terasa diproduksi didalam kuantitas besar. Faktor lainnya yang menghambat tumbuhnya pemanfaatan mobil listrik adalah masih minimal stasiun pengisian untuk mobil listrik, dilengkapi lagi kekuatiran pengendara akan habisnya isi baterai mobil sebelum saat mereka hingga di tujuan.

BACA JUGA: https://hyundaisurabayajatim.com/fitur-suara-virtual-assistant-di-mobil-siapa-yang-paling-cerdas/

Beberapa pemerintah di lebih dari satu negara di dunia sudah menerbitkan lebih dari satu insentif dan ketetapan untuk menanggulangi kasus ini, yang tujuannya untuk menaikkan penjualan mobil listrik, untuk membiayai pengembangan teknologi mobil listrik sehingga harga baterai dan komponen mobil sanggup tambah efisien. Pemerintah Amerika Serikat sudah memberi tambahan dana hibah sebesar US$2,4 miliar untuk pengembangan mobil listrik dan baterai. Pemerintah China menginformasikan bahwa mereka akan sedia kan dana sebesar US$15 miliar untuk memulai industri mobil listrik di negaranya.

Pemerintah Lokal dan Nasional di Banyak Negara Sudah Menerbitkan

Beberapa pemerintah lokal dan nasional di banyak negara sudah menerbitkan kredit pajak, subsidi dan insentif lainnya untuk mengurangi harga mobil listrik dan mobil plug-in. Di negara Indonesia sendiri, pada tanggal 1 April 2012 pemerintah kucurkan 100 miliar rupiah untuk riset mobil listrik Lalu pada tanggal 10 Juni 2013 pemerintah tegaskan kendaraan listrik bebas pajak. Dan sesudah itu pada tanggal 12 Juni 2013 Zbee dari Swedia resmi membuka pabrik kendaraan listrik bersama dengan nama PT Lundin Industry, yang terletak di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, dan target mengolah minimal 100.000 unit per tahun.

Sebagian besar orang berminat untuk punya mobil listrik (electric vehicle/EV) dan paham bahwa kendaraan itu mengurangi polusi udara atau iklim, tapi ketersediaan infrastruktur pengisian daya, jangkauan kendaraan, dan harga masih menjadi pertimbangan utama yang disoroti. Selain itu ketersediaan fasilitas pengisian bahan bakar kendaraan listrik ini pun masih menjadi kasus yang kudu langsung dicarikan jalan keluarnya.

Menggunakan mobil listrik adalah tidak benar satu hal yang bijak didalam mengurangi pencemaran udara yang tambah tidak terkontrol lagi, mengurangi pemanfaatan kendaraan khusus berbahan bakar BBM dan juga mengganti bersama dengan listrik termasuk merupakan solusi. Namun tersedia solusi lain jika tidak benar satu focus perhatian utama Anda adalah mengenai lingkungan dan kepraktisan.

Dengan sewa mobil/ rental mobil, Anda akan memperoleh beraneka keuntungan sekaligus. Meskipun Ketika pilih rental mobil itu sendiri kadang sebenarnya cukup membingungkan dan kadangkala banyak jebakan. Untuk itu, banyak-banyaklah melacak info mengenai jasa sewa mobil yang terpercaya kualitas layanannya sehingga Anda tak kecewa. Ada baiknya termasuk untuk menghendaki referensi dari kawan akrab dekat atau anggota keluarga lain yang pernah memanfaatkan jasa rental mobil. Maka jadilah lebih cerdas dan detail kala pilih rental mobil, sebab sanggup menyelamatkan Anda dari hal-hal tidak terduga.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Mobil dengan Solar Panel di Atap
2025-04-10 | admin 2

Mobil dengan Solar Panel di Atap: Bisakah Isi Daya Sendiri?!!!

Bayangkan mobil yang tidak perlu lagi dicolok ke charger atau mampir ke SPBU. Cukup diparkir di bawah sinar matahari, dan mobilmu mengisi daya sendiri—seperti tanaman yang berfotosintesis. Kedengarannya seperti impian masa depan, bukan? Tapi sekarang, konsep mobil dengan solar panel di atap makin sering dibahas sebagai solusi energi bersih untuk mobilitas masa depan.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah mobil bisa sepenuhnya mengisi daya sendiri hanya dengan panel surya? Atau ini hanya gimmick futuristik yang belum siap digunakan sehari-hari?

Yuk, kita bahas secara mendalam tentang konsep ini, bagaimana cara kerjanya, kelebihan, keterbatasan, dan sejauh mana teknologi ini berkembang.

Apa Itu Mobil dengan Solar Panel?

Mobil dengan solar panel adalah kendaraan—biasanya mobil listrik—yang dilengkapi panel surya di bagian atap atau bodi untuk menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Listrik ini digunakan untuk:

  • Mengisi baterai utama atau tambahan
  • Menghidupkan fitur-fitur sekunder (AC, infotainment, dll.)
  • Memperpanjang jarak tempuh secara pasif saat parkir atau berjalan

Panel surya ini biasanya menggunakan sel fotovoltaik (PV) yang sama seperti pada solar panel rumah, tapi dalam ukuran lebih kecil dan desain lebih ramping agar sesuai dengan bodi mobil.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara kerja mobil dengan solar panel cukup sederhana:

  1. Panel surya menangkap sinar matahari
  2. Energi cahaya diubah menjadi arus listrik (DC)
  3. Listrik ini dikirim ke baterai mobil, baik untuk pengisian langsung atau melalui sistem manajemen energi
  4. Listrik disimpan dan digunakan untuk penggerak atau fitur mobil

Tentu, efisiensi dan jumlah energi yang dihasilkan tergantung dari:

  • Luas permukaan panel
  • Intensitas cahaya matahari
  • Waktu penyinaran
  • Teknologi panel yang digunakan

Kelebihan Mobil dengan Solar Panel

1. Isi Daya Gratis dari Alam

Sinar matahari adalah sumber energi gratis dan melimpah, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Mobil bisa “mengisi ulang” bahkan saat diparkir.

2. Ramah Lingkungan

Mengurangi ketergantungan pada listrik dari pembangkit yang masih banyak menggunakan bahan bakar fosil.

3. Efisiensi dalam Perjalanan Pendek

Untuk pengguna harian dengan jarak tempuh pendek, energi matahari bisa cukup untuk operasional tanpa sering charging di rumah.

4. Solusi untuk Daerah Terpencil

Di lokasi yang tidak punya infrastruktur listrik kuat, mobil bertenaga surya bisa menjadi solusi mobilitas mandiri.

5. Memperpanjang Jarak Tempuh

Meski tidak bisa sepenuhnya menggantikan charger, panel surya bisa menambah puluhan kilometer per hari—berguna untuk darurat atau efisiensi.

Batasan & Tantangan Teknologi

1. Luas Permukaan Terbatas

Mobil hanya memiliki atap dan bodi kecil untuk meletakkan panel. Dibandingkan dengan solar panel rumah, daya tangkapnya jauh lebih kecil.

2. Efisiensi Panel Surya

Kebanyakan panel mobil memiliki efisiensi 20%–25%. Artinya, hanya sebagian kecil dari sinar matahari yang benar-benar jadi listrik.

3. Cuaca & Lokasi Berpengaruh

Di wilayah yang sering mendung atau hujan, performa solar panel menurun drastis.

4. Biaya Produksi Tinggi

Panel surya otomotif butuh material ringan, fleksibel, dan tahan benturan—yang artinya harganya tidak murah.

5. Pengisian Lambat

Rata-rata panel mobil menghasilkan sekitar 1 kW atau kurang. Untuk baterai EV 60–100 kWh, butuh waktu berminggu-minggu untuk isi penuh hanya dari matahari.

Mobil dengan Solar Panel: Siapa Saja yang Sudah Mencoba?

Lightyear 0 (Belanda)

Mobil listrik dengan panel surya yang diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 70 km per hari hanya dari matahari.

Aptera (AS)

Mobil listrik berbentuk aerodinamis dengan 3 roda. Dapat menempuh jarak hingga 1.000 km dan mengisi 60 km per hari lewat matahari.

Sono Sion (Jerman)

Mobil listrik kompak dengan seluruh bodi tertutup panel surya. Bisa menambah hingga 30 km per hari hanya dari energi matahari.

Toyota Prius Plug-in Hybrid

Versi terbaru dilengkapi dengan panel surya di atap yang mendukung pengisian baterai tambahan saat parkir.

Apakah Bisa Jadi Satu-Satunya Sumber Energi?

Jawabannya: belum sepenuhnya. Dengan teknologi sekarang, panel surya di atap mobil belum mampu mengisi daya secara penuh dalam waktu wajar. Tapi, untuk mengurangi frekuensi pengisian daya, memperpanjang jarak tempuh, dan menyediakan listrik tambahan, jawabannya adalah YA—dan ini sangat bermanfaat, terutama di kondisi tertentu.

Masa Depan Mobil dengan Solar Panel

Dengan kemajuan teknologi seperti:

  • Panel surya fleksibel & transparan
  • Efisiensi PV di atas 30%
  • Integrasi ke seluruh bodi mobil, bukan cuma atap

Bukan tidak mungkin dalam 10–20 tahun ke depan kita benar-benar punya mobil yang bisa mandiri energi, terutama untuk penggunaan ringan dan perjalanan harian.

Ditambah lagi, jika dikombinasikan dengan AI untuk manajemen energi, baterai solid-state, dan material ultra ringan, mobil tenaga surya akan makin efisien dan relevan.

Kesimpulan

Mobil dengan solar panel di atap bukanlah fiksi ilmiah—teknologinya sudah nyata dan terus berkembang. Meski belum mampu menggantikan stasiun pengisian daya secara total, fungsinya sebagai sumber energi tambahan yang gratis dan ramah lingkungan sangat menjanjikan.

Baca Juga : 

Di masa depan, mobil kita tidak hanya akan membawa kita ke mana pun kita mau, tapi juga menghasilkan energi sendiri saat diam. Mobil yang bukan hanya bergerak, tapi juga hidup.

Kalau kamu butuh versi ringkas untuk postingan media sosial, infografis edukasi, atau naskah video konten otomotif, tinggal bilang aja—siap bantu bikin yang cocok!

Share: Facebook Twitter Linkedin